Seorang tukang kayu begitu sibuk menggergaji sehingga tanpa sadar jam tangan yang dipakainya terlepas dan jatuh kedalam tumpukan kayu yang menggunung.  Ia pun segera meletakkan gergaji dan mulai mengorek-ngorek serbuk kayu mencari jam tangannya. Sudah tiga puluh menit ia mencari, tetapi usahanya sia-sia. Ia todak menemukan jam tangan kesayangannya.

Tidak lama kemudian, jam makan siang tiba. Si tukang kayu meninggalkan bengkelnya dengan tidak bersemangat karena masih memikirkan jam tangannya yang hilang. Setelah ia makan siang, ia pun termenung sambil memandang tumpukan gergaji kayu tepat dimana jam tangannya jatuh.

Ketika tukang kayu tersebut sedang melamun, tiba-tiba seorang anak kecil yang sejak tadi memperhatikan tingkah lakunya, datang mendekati tumpukan serbuk kayu yang ada di bengkel tersebut. Perlahan-lahan ia mulai  jongkok dan tidak bergerak selama beberapa menit. Dalam waktu sekia dua menit si anak kecil itu sudah berhasil menemukan jam tangan si tukang kayu. Si tukang kayu sangat senang dengan bantuan si anak kecil. Lalu, ia penasaran ia bertanya, “ Bagaimana kau bisa menemukan jam tangan ini dalam waktu yang singkat ?”

Mudah saja, aku duduk dengan tenang dan dalam keheningan itulah saya bisa mendengar bunyi jarum jam yang bedetak”. Ucap sang anak kecil itu.

Iklan